Archive

Archive for the ‘Pengembangan Terminal’ Category

Kantor Baru di Terminal Keputih Selesai Dibangun

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya telah selesai membangun kantor di Terminal Keputih sejak awal Agustus 2013. Pembangunan ini sudah dimulai sejak pertengahan bulan April 2013. Ini adalah foto-foto kantor di Terminal Keputih:

 

Kantor Keputih 2

 

 

Kantor Keputih 1

 

 

Kantor Keputih 3

 

 

 

 

Kantor Keputih 4

 

 

Kantor Keputih 5

Advertisements

Hijaunya Terminal Keputih!

Ini dia Taman di Terminal Keputih! Konsep ecocity dan green terminal sangat nampak di Terminal Keputih. Ada permainan untuk anak-anak, ada sangkar burung, dan juga tempat duduk di tengah-tengah taman. Pengunjung terminal, mulai dewasa hingga anak-anak, bisa menikmati rindangnya taman.

taman terminal keputih 1 flickr

taman terminal keputih 2 flickr

taman terminal keputih 3 flickr

taman terminal keputih 4 flickr

Dishub Surabaya Lakukan Evaluasi Forum LLAJ di Terminal Bratang



Dinas Perhubungan Kota Surabaya mengadakan rapat tentang rencana dan evaluasi forum lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ) pada hari Jumat (8/07/2011). Rapat yang dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya yang mewakili asisten II walikota Surabaya bidang pembangunan, Kepala Satuan Lalu-lintas Polrestabes Surabaya, Kepala polisi sektor Tanjung Perak, Perwakilan Organda, Perwakilan SPTI, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana , Kepala Bidang Angkutan dan Kepala Bidang lalu-lintas membahas tentang koordinasi angkutan lebaran , rencana pemekaran Kawasan tertib lalu-lintas (KTL), Operasi Patuh dan pembentukan Pusat Kecelakaan Lalu-Lintas (Traffic Accident Center/TAC).

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Eddi, A.Md, LLAJ, S.Sos, MM. menyatakan bahwa KTL merupakan program yang cukup efektif dalam meningkatkan kedisiplinan masyarakat dan mengurangi jumlah kecelakaan yang ada di kota Surabaya. “Program KTL dirasa saat ini cukup efektif dan perlu diperluas guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan berlalu-lintas dengan tertib. KTL di Surabaya saat ini berjumlah 21 titik”. Sementara itu, Jajaran Polrestabes khususnya satuan lalu-lintas akan mengadakan operasi patuh menjelang operasi ketupat dalam rangka menyambut Lebaran. Asep Akbar Hikmana selaku Kasatlantas Polrestabes Surabaya memaparkan bahwa operasi patuh akan diselenggarakan mulai tanggal 9 hingga 24 juli 2011. “Operasi patuh akan diselenggarakan mulai besok hingga 2 minggu ke depan (Sabtu 09 – 24 Juli 2011) dan difokuskan pada pelanggaran marka yang dilakukan roda dua”, ujar Asep Akbar.

Dalam waktu dekat, Polrestabes Surabaya akan membangun Pusat Kecelakaan Lalu-lintas/ Traffic Accident Center (TAC) yang berlokasi di Polrestabes Surabaya. TAC ini bertujuan untuk mengevaluasi kejadian-kejadian kecelakaan dan penyebab kecelakaan yang terjadi di kota Surabaya. Asep menjelaskan,”TAC ini utamanya adalah tindak lanjut dari amanat undang-undang No. 22/2009 tentang Lalu-lintas dan Angkutan Jalan yang menyebutkan bahwa pembentukan TAC berguna untuk mengevaluasi kejadian dan penyebab kecelakaan serta memberikan solusi terhadap permasalahan kecelakaan lalu-lintas.” Nantinya gedung TAC tersebut akan ditempati para pemangku kepentingan dalam sektor transportasi seperti Dinas Perhubungan, Polrestabes Surabaya, Dinas PU dan Bina Marga dan dinas-dinas lainnya. “gedung TAC ini sekarang mencapai kemajuan 95% dan rencananya dapat di-launching minggu depan”, imbuhnya

Rapat yang diadakan di ruang rapat Surabaya Intelligent Transport Sistem, terminal Bratang juga membahas tentang penindakan terhadap angkutan umum dan pribadi yang melakukan pelanggaran rambu dilarang berhenti seperti yang terjadi di sepanjang jalan Darmo khususnya di depan RKZ. Diharapakan dengan adanya forum lalu-lintas dan angkutan jalan (LLAJ), mobilitas perkotaan dapat berjalan dengan lancar dan aman. Selain itu forum tersebut dapat menjadi pusat pertukaran informasi antar pemangku kepentingan di sektor transportasi di Surabaya. [vs]

Mewujudkan Surabaya Eco 2 City



Pemerintah Kota Surabaya menggelar Diskusi membahas tentang Green Public Space and Urban Planning dengan MR. Daniel J. Glenn sebagai Native dan Sustainable Architect dari Amerika Serikat.di ruang pola lantai 3 BAPPEKO pada hari kamis 30 juni 2011.

Dalam diskusi tersebut hadir juga beberapa undangan diantaranya dari pegiat lingkungan, akademisi. Acara ini dibuka Asisten Perekonomian Pembangunan serta Konsulat Amerika Serikat di Surabaya, Kristen J. Bauer. Diskusi ini merupakan bagian kepedulian dari Walikota Surabaya Ir Tri risma Harini untuk mewujudkan Surabaya Eco 2 City yaitu pembangunan kota yang memperhatikan keseimbangan antara aspek Ekonomis dan Ekologis.

Dalam paparannya, Daniel menjelaskan desain pembangunan gedung harus sesuai dengan tradisi dan lingkungan kota setempat, ramah lingkungan serta dapat beradaptasi dengan iklim, misalnya cuaca, arah angin, suhu dan kelembapan udara. Bangunan harus merefleksikan nilai-nilai tradisi budaya lokal, tambahnya. Selain itu pembangunan suatu gedung harus memenuhi standar Green Building Rating System yang mensyaratkan effisiensi, kualitas lingkungan dan menggunakan material/resources lokal. Perencana gedung yang tidak mempunyai sertifikasi green architecture tidak boleh merencanakan gedung.

Daniel juga menyarankan kota Surabaya membuat Preview Design dan di komunikasikan ke masyarakat agar publik mengetahui arah pembangunan yang berwawasan lingkungan. perlu pula dibentuk Green Community di masyarakat agar memahami konsep pembangunan berwawasan lingkungan, serta perlu sering diadakan “Community Design Workshop” yang merupakan ajang bertukar pendapat di kelompok-kelompok masyarakat. Daniel mencontohkan pembangunan perumahan di Montana dan Oackland dengan konsep pembanguinan ‘Solar Village’.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya sendiri sudah mulai menerapkan Green Building dalam pembangunan fasilitas publik di sektor transportasi yaitu pembangunan yang ramah lingkungan dengan konsep efisiensi energi dalam design/arsitektur bangunan , dengan mengurangi penggunaan listrik, AC , memperbanyak ruang terbuka dan menggunakan energi alternatif (solar cell). “beberapa terminal di Surabaya juga sudah menerapkan 3R yaitu reused, reduced dan recycled” Ujar Irvan Wahyudrajad, Kabid Sarana Prasarana Transportasi yang hadir dalam acara tersebut. Hal ini dibuktikan dengan adanya taman, public area dan open space di terminal-terminal serta adanya komposter daur ulang sampah, tambahnya.[lil]

Revitalisasi Terminal Bratang 2011


Dinas Perhubungan (Dishub) kota Surabaya terus meningkatkan pelayanan bagi pengguna angkutan umum dengan merevitalisasi terminal di Surabaya salah satunya Terminal Bratang. Revitalisasi Terminal Bratang diagendakan meliputi pembangunan shelter, pembuatan taman dan air mancur, pembangunan gedung ITS (Intelligent Transport System) serta pavingisasi area didalam Terminal Bratang. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan menciptakan terminal yang ramah lingkungan (Green terminal) dan kenyamanan pengguna jasa Terminal Bratang serta mengantisipasi terjadinya banjir.

Pemerintah Kota Surabaya melalui dinas koperasi dan UKM juga berencana merevitalisasi Pedagang kaki Lima (PKL) yang berada di sekitar Terminal Bratang dengan membuat sentra PKL. Desain pembangunan lokasi sentra PKL baru tersebut masih menunggu keputusan Badan Perencana Pembangunan Kota (Bappeko) yang rencananya akan direalisasikan pada tahun 2012. Pembangunan sentra PKL bertujuan untuk mengakomodasi PKL di sekitar Terminal dan membuat kawasan terminal lebih “hidup” dan tertib.

Terminal Bratang memiliki fasilitas-fasilitas penunjang yaitu: Mushola sebagai tempat beribadah umat muslim, Ponten (toilet umum), ruang tunggu, parkiran umum sepeda motor, pos informasi dan ruang cctv sebagai pusat informasi yang dibutuhkan oleh pengguna jasa terminal Bratang.[lil]

Rencana Pembangunan Stasiun Pengisian BBG di Terminal Joyoboyo Ditunda

Rencana Penerapan BBG

Penggunaan Bahan Bakar Gas (BBG) sebagai alternatif pengganti Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk sektor transportasi khususnya angkutan umum/mikrolet mulai dihidupkan kembali. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya dengan pihak-pihak terkait melakukan rapat atau pembicaraan mengenai lokasi pembangunan stasiun pengisian BBG. Rencana awal lokasi yang akan di gunakan untuk pembangunan stasiun BBG adalah terminal Joyoboyo Surabaya. Menurut Marsaid selaku Direktur PT Citra Nusantara Energi lokasi tersebut kurang memenuhi syarat.

Sedangkan menurut Ir.Irvan wahyudrajad, MMT selaku Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Transportasi mengusulkan lokasi pengisian BBG kawasan terminal Joyoboyo di tempatkan di emplasmen PT KAI mengingat aspek keselamatan dan kemudahan operasional. Untuk menunjang terlaksananya usulan tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya akan berkoordinasi dengan PT KAI perihal status lahan emplasmen di utara terminal joyoboyo.

BBG adalah bahan bakar ramah lingkungan yang sebagian besar (sekitar 85%) kandungannya merupakan komponen gas bumi yang telah dimurnikan dan terdiri dari gas Metana dan Etana, selebihnya gas propana, butana, pentana, nitrogen, dan karbondioksida. BBG lebih ringan di udara dan mempunyai nilai oktan 120. Keuntungan penggunaan BBG untuk transportasi yang dapat kita rasakan bersama, diantaranya udara akan jauh lebih bersih karena pembakaran lebih sempurna (dengan oktan 104 pada propane). Manfaat lain yang dapat dirasakan, subsidi BBM yang selama ini kita nikmati dapat dialihkan untuk kebutuhan lainnya karena cadangan gas di indonesia masih mencukupi.[lil]

Sistem Baru Ticketing Bus AKAP

Rencana Pembangunan Gate

Setelah menyelesaikan pembangunan bridge dan gate di tahap II, pembangunan terminal Purabaya saat ini tengah memasuki pembangunan tahap III dengan menyelesaikan pembangunan 3 gate keberangkatan bus AKAP dari 10 gate yang direncanakan. Pembangunan gate/ shelter keberangkatan bus AKAP berjumlah 26 gate, yang terdiri dari 10 gate keberangkatan bus AKAP dan 16 untuk AKDP. Pekerjaan gate kali ini sudah memasuki tahap pengerjaan plat lantai serta kolom lantai dua yang diperkirakan akan memakan waktu 4 bulan. Kepala UPTD Terminal Purabaya May Ronald, SE,MM berkomentar, “untuk pekerjaan tambahan 3 gate AKAP ini sudah dimulai sejak pertengahan bulan Mei”. Diperkirakan pada bulan September semua gate keberangkatan bus AKAP dapat terselesaikan semua.

Untuk lebih memberikan keamanan, bangunan baru ruang tunggu ini nantinya juga akan dilengkapi dengan loket penjualan tiket yang melayani jurusan Surabaya-Denpasar dan Surabaya-Jakarta.”Jumlah Loket penjualan tiket yang kami sediakan nantinya sekitar 30 loket”, jelas May Ronald. Dari 30 loket yang disediakan ini nantinya hanya boleh dipergunakan 1 PO dan hanya boleh menjual tiket dari PO yang bersangkutan

Dalam kesempatan yang sama May Ronald juga berharap setelah terselesaikannya pembangunan gate keberangkatan ini akan dilakukan sosialisasi sebelum dioperasikan. Hal ini mengacu pada Surat Kementrian Perhubungan Direktorat Jendral Perhubungan Darat mengenai Persetujuan Uji Coba Terminal Penumpang Tipe A Purabaya, dengan No. AJ.106/1/9/DJPD/2011 tertanggal 29 April 2011 yang menerangkan untuk melakukan sosialisasi ke pengguna jasa dan Perusahaan Otobus (PO) serta melaksanakan uji coba terminal. “10 Gate keberangkatan yang dilakukan untuk uji coba operasional akan melayani jurusan Jogja, Semarang, Tasik (AKAP Ekonomi), sedangkan untuk AKDP melayani jurusan Malang, Tulungagung, Madiun, Probolinggo dan Madura. Sedangkan sisanya melayani jurusan Denpasar dan Jakarta,” ujarnya di akhir perbincangan.[fr]